Berikut ini adalah
penjabaran dari jenis-jenis penelitian beserta definisinya yang saya ambil dari
berbagai sumber di internet. Apabila terdapat kesalahan mohon dimaafkan.
#Penelitian
Penelitian adalah suatu langkah atau cara manusia untuk memecahkan suatu
permasalahan yang perlu diuji kebenarannya dengan berasaskan unsur rasional,
empiris, sistematis, dan logis.
Menurut sumber-sumber referensi yang telah saya baca, bahwa jenis penilitan terbagi menjadi beberapa golongan dengan berdasarkan kajian-kajian tertentu, diantaranya; penelitian berdasarkan penggunaan hasil, tujuan, bidang ilmu, tempat penelitian, pendekatan, taraf penelitian, metode, dan waktu. Berikut penjelasannya.
Menurut sumber-sumber referensi yang telah saya baca, bahwa jenis penilitan terbagi menjadi beberapa golongan dengan berdasarkan kajian-kajian tertentu, diantaranya; penelitian berdasarkan penggunaan hasil, tujuan, bidang ilmu, tempat penelitian, pendekatan, taraf penelitian, metode, dan waktu. Berikut penjelasannya.
·
Berdasarkan Penggunaan
Hasil
Jenis penelitian bila
dilihat dari segi penggunaannya dapat digolongkan menjadi:
1. Penelitian dasar atau penelitian murni ( pure research ) LIPI memberi definisi
sebagai berikut. Penelitian dasar adalah setiap penelitian yang bertujuan untuk
meningkatkan pengetahuan ilmiah atau untuk menemukan bidang penelitian baru
tanpa suatu tujuan praktis tertentu. Artinya kegunaan hasil penelitian itu tidak
segera dipakai namun dalam waktu jangka panjang juga akan terpakai.
2. Penelitian terapan ( applied research ). Penelitian terapan
ialah setiap penelitian yang bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan ilmiah
dengan suatu tujuan praktis. Berarti hasilnya diharapkan segera dapat dipakai
untuk keperluan praktis. Misalnya penelitian untuk menunjang kegiatan
pembangunan yang sedang berjalan, penelitian untuk melandasi kebijakan
pengambilan keputusan atau administrator.
Dilihat dari segi
tujuannya, penelitian terapan berkepentingan dengan penemuan-penemuan yang
berkenan dengan aplikasi dan sesuatu konsep-konsep teoritis tertentu.
·
Berdasarkan Tujuan
Penelitian
Berdasarkan klasifikasi
ini, penelitian bisa dibedakan menjadi tiga macam, yaitu:
a. Penelitian Exploratif
Penelitian ini
dilakukan untuk menggali suatu gejala yang relatif masih baru. Dapat dikatakan
bahwa ada suatu fenomena atau gejala yang selama ini belum pernah
diketahui atau dirasakan.
Contoh yang paling
nyata adalah penelitian tentang penemuan virus baru. Dalam ilmu sosial studi
kelayakan merupakan jenis penelitian yang berupa mengeksplorasi tentang suatu
fenomena yang baru. Mengingat bahwa topik yang akan diteliti merupakan topik
yang baru, penelitian ini biasanya memiliki sifat kreatif, fleksibel, serta
terbuka bagi berbagai informasi yang ada. Biasanya penelitian ini menghasilkan
teori-teori yang baru, pengembangan dari teori yang sudah ada. Dengan topik
atau gejala yang baru, maka seringkali penelitian ini diidentikkan dengan
penelitiaan yang selalu menggunakan pertanyaan “APA” dan “SIAPA” dalam menggali
informasi. Tujuan dari penelitian eksplorasi sendiri adalah; mengembangan
gagasan dasar mengenai topik yang baru dan memberikan dasar bagi penelitian
lanjutan.
b. Penelitian
Pengembangan
Bertujuan untuk mengembangkan hasil
penelitian yang pernah dilakukan sebelumnya, baik pengembangan ilmu murni
maupun untuk terapan
c. Penelitian
Verifikatif
Penelitian
yang bermaksud mengulangi penelitian dengan maslah dan obyek yang sama, dengan
tujuan mengoreksi penelitian sebelumnya.
·
Berdasarkan Bidang Ilmu
1.
Penelitian Esakta
Penelitian esakta lebih mengutamakan data dri hasil-hasil eksperimen.
Penelitian ini sebagian besar dengan perhitungan-perhitungan dan analisis
kuantitatif. Dapat diadakan kapan saja, dan bila di tes lagi, peluang terjadi
persamaan lebih besar. Dengan kata lain, generalisasikan dapat diterapkan pada
penelitian lain, sejauh variabelnya sama. Contohnya, daya tembus sinar
radioaktif (α, β, γ). Dibagi menjadi beberapa disiplin ilmu, yaitu
– Biologi
– Kimia
– Fisika
– Kedokteran
– Astronomi
– Geologi
– Geografi
2.
Penelitian non-Esakta
Penelitian non-esakta lebih menekankan pada pola-pola hubungan dan tatanan
dalam masyarakat. Kejadian bersifat situasional dan dinamis, tergantung pada
kondisi sosiokultural masyarakat. Pengolahan data menggunakan analisis
kualitatif Sulit digeneralisasikan meskipun variael-variabelnya sama.
Contohnya, penelitian mengenai budaya masyarakat migran, presepsi masyarakat
terhadap modernisasi. Dibagi menjadi beberapa bidang ilmu diantaranya
– Agama/Teologi
– Sejarah
– Antropologi
– Sosiologi
– Pendidikan
– Psikologi
– Filsafat
·
Berdasarkan Tempat
Penelitian
1. Penelitian pustaka (Library Research), suatu
penelitian yang yang dilakukan di ruang perpustakaan untuk menghimun dan
menganalisis data yang bersumber dari perpustakaan, baik berupa buku,
majalah ilmiah, kisah-kisah sejarah, dokumen- dokumen maupun materi
perpustakaan lainnya yang dapat dijadikan rujukan dalam penulisan ilmiah.
2. Penelitian laboratorium, suatu penelitian yang dilakukan di
dalam laboratorium yaitu suatu tempat yang dilengkapi perangkat khusus untuk
melakukan penyelidikan terhadap gejala tertentu melalui tes-tes atau uji yang
juga dilakukan untuk menyusun karya ilmiah.
3. Penelitian Lapangan yatu suatu penelitian yag dilakukan di lapangan atau di lokasi
penelitian, suatu tempat yang dipiih sebagai lokasi untuk menyelidiki gejala
objektif yang juga dilakukan dalam rangka penyusunan karya ilmiah.
·
Berdasarkan Pendekatan
1. Penelitian
Asessment, Penelitian
ini dalam kasus-kasus management atau ekonomi digunakan untuk penilaian suatu
proyek dimulai sampai akhir proyek, sehingga kredibilitas peneliti sangat
diutamakan.
2.
Penelitian Evaluasi, mencari
jawaban tentang pencapaian tujuan yang digariskan sebelumnya. Evaluasi disini
mencakup formatif (melihat dan meneliti pelaksanaan program), Sumatif
(dilaksanakan pada akhir program untuk mengukur pencapaian tujuan).
3. Penelitian
Case Study, Penelitian
ini bersifat mendalam dengan penekanan pada kasus-kasus yang spesifik yang
terjadi pada satu rentang waktu yang ketat.
·
Berdasarkan taraf penelitian:
1. Penelitian
diskriptif
Penelitian jenis ini
menghasilkan penelitia yang tarafnya memberikan penjelasan / gambaran tentang
ciri - ciri suatu gejala yang diteliti.
2. Penelitian
assosiatif / korelasional
Penelitian yang
menjelaskan hubungan antara dua variable atau lebih akan tetapi tidak dapat
memberikan bukti variable mana yang bertindak sebagai penyebab dan variable
mana yang bertindak sebagai akibat.
3. Penelitian kausal
Penelitian yang dapat
memberikan penjelasan secara konkrit tentang variable mana yang bertindak
sebagai penyebab dan variable mana yang bertindak sebagai akibat.
·
Berdasarkan Metode
1. Penelitian
Survei, Peneliti
mengajukan pertanyaan tertulis, baik yang telah tersusun dalam kuisioner maupun
dalam wawancara.
2. Penelitian Eksperimen, Dilakukan dengan mengadakan
manipulasi terhadap obyek penelitian serta diadakan kontrol terhadap variabel
tertentu; Untuk pengujian hipotesis tertentu; dimaksudkan untuk mengetahui
hubungan hubungan sebab - akibat variabel penelitian; Konsep dan varaiabelnya
harus jelas, pengukuran cermat. Tujuan penelitian ini untuk menyelidiki ada
tidaknya hubungan sebab-akibat serta berapa besar hubungan sebab-akibat
tersebut dengan cara memberikan perlakukan tertentu pada beberapa kelompok
eksperimental dan menjediakan kontrol untuk perbandingan.
3. Studi Kasus,
Mempelajari secara intensif latar belakang serta interaksi lingkungan dari unit
yang menjadi subjek; tujuannya memberikan gambaran secara detail tentang latar belakang, sifat, karakteristik
yang khas dari kasus, yang kemudian dijadikan suatu hal yang bersifat umum.
Hasilnya merupakan suatu generalisasi dari pola-pola kasus yang tipikal. Ruang
lingkupnya bisa bagian / segmen, atau keseluruhan siklus /aspek. Penelitian ini
lebih ditekankan kepada pengkajian variabel yang cukup banyak pada jumlah unit
yang kecil
·
Klasifikasi
Penelitian Berdasarkan Dimensi Waktu
Berdasarkan dimensi
waktu, penelitian bisa dibedakan menjadi 2 macam penelitian, yaitu:
a. Penelitian Cross-sectional
Penelitian ini adalah
penelitian yang dilakukan dalam satu waktu tertentu. Penelitian ini hanya
digunakan dalam waktu yang tertentu, dan tidak akan dilakukan penelitian lain
di waktu yang berbeda untuk diperbandingkan.
Satu hal yang diingat
bahwa pengertian satu waktu tertentu tidak bisa hanya dibatasi pada hitungan
minggu, bulan atau tahun saja. Tidak ada batasan baku untuk
menunjukkan satu waktu tertentu. Akan tetapi, yang digunakan adalah bahwa
penelitian itu telah selesai. Dengan demikian, bisa saja seorang melakukan
penelitian di bulan Januari, kemudian karena ada keperluan mendesak, pada bulan
Februari dan Maret, ia kembali ke rumahnya. Pada bulan April, ia kembali lagi
kelapangan untuk meneruskan pengumpulan data. Sekalipun peneliti mendatangi
lokasi penelitian sebanyak dua kali, ia tetap dikategorikan melakukan
penelitian cross-sectional. Dengan demikian, konsep satu waktu tertentu
dalam satu penelitianlah yang digunakan untuk menentukan bahwa penelitian itu
merupakan penelitian cross-sectional.
b. Penelitian longitudinal
. Penelitian jenis ini dilakukan antarwaktu. Dengan demikian, setidaknya
terdapat dua kali penelitian dengan topik dan gejala yang sama, tetapi
dilakukan dalam waktu yang berbeda. Namun bukan berarti jika ada dua penelitian
yang dilakukan dalam waktu yang berbeda dengan topik yang sama selalu
dikategorikan ke dalam penelitian longitudinal, tetapi ada kata kunci
yang harus dipegang, yaitu adanya upaya perbandingan antara hasil penelitian.
Dengan kata lain, penelitian longitudinal sudah direncanakan sejak awal
penelitian, dan bukannya secara kebetulan terjadi.
Penelitian longitudinal
merupakan penelitian yang mencoba melihat perubahan yang terjadi.
Penelitian longitudinal terbagi lagi ke dalam tiga bentuk, yaitu:
a. Panel studi, yaitu
peneliti mengamati kelompok orang-orang yang sama dalam kurun waktu yang
berbeda.
b. Time series, yaitu peneliti mengumpulkan
tipe informasi yang sama mengenai perubahan gejala dari sekelompok orang dalam
waktu yang berbeda.
c. Cohort studi, yaitu peneliti mengamati
perubahan gejala pada pada sejumlah responden dengan karakteristik yang sama –
bisa dilihat dari pengalaman hidup yang dimilikinya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar